Dampak yang Terjadi saat Komedo Tidak Diatasi

Dampak yang Terjadi saat Komedo Tidak Diatasi

Dampak yang Terjadi saat Komedo Tidak Diatasi

GESITPOKER Lounge | Selain jerawat, munculnya komedo pada kulit wajah sering kali membuat seseorang merasa risih, terutama pada kaum wanita. Bintik kecil berwarna putih pada permukaan kulit ini, dianggap dapat membuat tampilan menjadi menurun.

Komedo ini terbentuk akibat sel kulit mati dan minyak berkumpul dan menyumbat pori-pori kulit. Nah, komedo yang awalnya berwarna putih, bisa berubah menjadi hitam, ketika permukaan pori-pori tersebut terbuka dan terpapar oleh udara luar.

Komedo pada dasarnya memang bukan persoalan yang serius. Mau tahu apa saja dampak komedo bagi kulit wajah?

Baca Juga : Ini Keluhan yang Umum Terjadi saat Puasa

Dampak Bila Tak Diatasi?

Komedo memang tak terlihat seperti jerawat pada umumnya. Pasalnya, komedo pada kulit tidak merah atau meradang seperti halnya jerawat. Komedo juga tidak membengkak secara berlebihan atau menimbulkan nanah. Sebaliknya, mereka berkembang menjadi benjolan (papula) yang lebih kecil dan tidak meradang yang bisa tertutup atau terbuka.

Bintik-bintik putih ini juga bisa terjadi di dahi, dagu, dan garis rahang, leher, bahu, punggung, atau dada. 

Nah, gejala komedo ini dapat berkisar dari ringan (hanya dengan beberapa noda putih) hingga parah (menutupi area kulit yang luas).

Waspada, komedo-komedo ini nantinya dapat berkembang bersamaan dengan acne vulgaris (beberapa jenis jerawat).

Andaikan tak memicu jerawat, komedo parah yang tak diatasi masih bisa menimbulkan masalah lainnya, seperti membuat tekstur kulit menjadi tidak merata.

Komedo umumnya memang tak menimbulkan rasa sakit. Namun, apabila terjadi infeksi lain lagi ceritanya. Infeksi ini yang dapat menyebabkan kulit kemerahan, bengkak, dan munculnya jerawat (breakout).

Baca Juga : 7 Cara Alami Mengobati Darah Tinggi

Awasi Faktor Risikonya

Seperti penjelasan di atas, komedo terbentuk ketika sel-sel kulit mati dan minyak berkumpul menyumbat pori-pori. Nah, terdapat faktor yang bisa membuat orang mengalami kondisi ini, di antaranya:

  • Aktivitas testosteron dalam sel yang berlebihan.
  • Rendahnya kadar linoleat pada sebum sehingga menyebabkan pengelupasan kulit dan menurunnya fungsi pertahanan kulit.
  • Iritasi pada folikel rambut ketika sel kulit mati tidak lepas secara teratur.
  • Proses peradangan melibatkan sitokin-sitokin pro-inflamasi.
  • Asam lemak bebas yang dihasilkan oleh bakteri.
  • Kulit yang terlalu lembap (sering terjadi saat PMS atau berada di lingkungan yang lembap).
  • Makanan tinggi lemak dan karbohidrat.
  • Kontak dengan bahan-bahan tertentu, seperti minyak pomade, propilen glikol, dll.
  • Sobeknya folikel akibat trauma.
  • Merokok.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, lithium, atau androgen